KOMENTAR DI BAGIAN BAWAH SEKALI

Kapolres Perintahkan Gebukin saja Debt Collector Jika Merampas Paksa, Asal Jangan Mat1



Penyitaan seorang penagih utang sepeda motor terhadap seorang pelajar di Kampung Gedungan, Kecamatan Batuan, disambut baik polisi akhir pekan lalu. Kapolsek AKBP Sumenep Joseph Ananta Pinora memerintahkan anggotanya untuk menembak ke tempat penagih utang yang menyita sepeda motor di jalan raya.

Pasalnya, sepeda motor yang dirampas di jalan oleh debt collector sangat mengganggu masyarakat. Polisi diminta bertindak tegas jika melihat aksi di jalan. Kombes Pol Sumenep Ajun Komisaris Besar Joseph Ananta Pinora berjanji akan menindak semua kekurangan sepeda motor yang merupakan tindak pidana.

AKBP Joseph Ananta Pinora membenarkan bahwa beberapa hari lalu terjadi kekurangan sepeda motor untuk anak sekolah. "Saya perintahkan anggota untuk syuting di TKP jika Anda melihat motor shock," katanya.

Menurutnya, minimnya sepeda motor di jalan murni melakukan tindak pidana dan kriminalitas. Dia mengatakan dia tidak akan bermain-main dengan tindakan yang tidak bisa diselesaikan oleh komunitas. Selain itu, tindakan ini mengancam keselamatan masyarakat.

Pinora berjanji akan menangkap semua pelaku motif sepeda motor. Namun, harus ada laporan dari pihak yang dirugikan. Kedua penyitaan tersebut dilakukan oleh debt collector dan penjahat lainnya.

Penagih utang, kata dia, tidak boleh merampok sepeda motor. Sebab, tindakan tersebut melanggar hukum. Pelaporan korban sepeda motor itu diharapkan dapat disita ke Polres Sumenep.

“Kami meminta masyarakat untuk melapor. Segala bentuk kekurangan tidak diperbolehkan. Prosedur produksi kendaraan tidak dilakukan dengan cara merampas. Polisi akan menindaklanjuti dan menangkap pelakunya,” kata AKP Joseph Ananta Pinora.
Untuk perusahaan leasing yang bekerjasama dengan debt collector, seorang polisi yang merupakan sekolah khusus antisipasi teroris mengaku akan melakukan pemeriksaan. “Kalau terbukti ada kerja sama dengan debt collector, leasing juga bisa terlibat hukum,” ujarnya.

Jika benar perusahaan leasing menggunakan jasa debt collector dalam menarik kendaraan dari pelanggan, mereka dapat dituntut berdasarkan Pasal 55 KUHP. “Kalau ada bukti bentuk kerja sama, bisa dikenai pasal 55 KUHP,” ujarnya.

Sumber : 
1. dokterandalan.com/kapolres-perintahkan-gebuk1n-aja-debt-collector-asal/
2. facebook.com/Kantor.Pengacar/posts/gebukin-aja-depkolektor-asal-jangan-mati-1642-03012018-62-812-8869-5471-polisi-k/717819535385508/
BAGIKAN SEGERA WhatsApp

9 comments

  1. Pakai bahasa indonesia yang baik dan benar, biar beritanya akurat, bukan hanya di daerah anda saja yang baca, seluruh Indonesia juga baca artikel anda. Trimakasih

    ReplyDelete
  2. Gini,,,,indo negara hkum,klo DC gitu d tngkep aja,ngpain d gebukin asal tidak mati...klo memang si org yg kredit itu ga kuat byr,ngpain beli motor,itu namax sok wah......

    ReplyDelete
  3. Aduuuuh...pening kepalaku,pake bahasa indonesia yang bener dong...

    ReplyDelete
  4. Bahasanya bikin gua pusing .Pengen berak berak ..macam mana bahasa media kayak gitu ..

    ReplyDelete
  5. Ini yg buat berita orang Malaysia jadi bahasanya campur campur...😃😃

    ReplyDelete
  6. duhhh bahasa ny...susah aku mengartikan nya..

    ReplyDelete
  7. Sama aja kapolres melegalkan
    tindakan main hakim sendiri
    Coba itu berlaku utk koruptor bisa ndak kapolres beri perintah spt itu ,janganlah ambil kebijakan yg populer di masyarakat tapi menganjurkan masyarakat utk melanggar hukum

    ReplyDelete
  8. Pesen es campur ABC nya 2 bungkus.

    ReplyDelete

Post a Comment