KOMENTAR DI BAGIAN BAWAH SEKALI

Bongkar Penginapan ATLIT Palembang Di Kota Prabumulih Jordy Mendekam Di Penjara



Polis Daerah Prabumulih menerusi Pasukan Buser Polis Pra-Prabulih berjaya menangkap salah satu daripada dua pelaku kontraktor rumahtangga rasmi dari kota Palembang yang turut serta di Provinsi Sumatera Selatan Porprov XII 2019.

Pelaku jalan, Jordy Pratama (18), seorang anggota jalan raya yang intensif buruh di belakang Biliart Venus, Kecamatan Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur, yang juga merupakan artikel 365 Pencurian Recidivist dengan Kekerasan sebagai Burdens dan temannya, IM, termasuk dalam Daftar Pencarian Rakyat (DPO) yang memasuki Rumah Sakit Rasmi Palembang kontingen, Arsyad Rosidi (49), seorang penduduk di Jalan RE Marta Dinata, Kompleks PDAM, Kecamatan Kalidoni, Kecamatan Kalidoni, kota Palembang.

Untuk mempercepatkan tindakan itu, kedua-dua pelaku berpecah apabila pegawai kontinjen Palembang tidur sebentar sekitar pukul 3:10 petang, homestay di jalan batam Rt 07 Rw 03 Kecamatan Kelurahan Gunung Ibul, Prabumulih Timur.

Kedua-dua pelaku melakukan kecurian dengan mencuba tetingkap sisi rumah menggunakan pemutar skru, selepas berjaya membuka tingkap Jordy membuka pintu sebelah di sebelah tetingkap. Selepas pintu dibuka Jordy masuk dan DPO menunggu di luar rumah dan berjaya mengambil 4 unit telefon bimbit, 1 unit beg yang mengandungi wang bernilai 2 juta rupiah, cincin batu zambrut dan 1 unit jenama jam tangan reimon dengan baik.

"Dalam masa kurang dari tiga hari, kami telah berjaya menahan para pelaku kejahatan atas nama Jordy di Desa Gumai, Daerah Gelumbang, Kabupaten Muara Enim yang melarikan diri setelah memasuki rumah homestay di Palembang," kata Kepala Polisi Prabumulih melalui Komisaris Polisi Daerah Prabumulih, Haris Batara ketika menyelenggarakan Konferensi Pers di Balai Polres Daerah Prabumulih, Kamis (11/28/2019)

Tambahan pula, Haris berkata sebagai akibat dari pelaku yang ditangkap dalam Pasal 363 KUHP mengancam hukuman 7 tahun penjara. "Bagi satu-satunya suspek yang kini DPO kita akan menyiasat lanjut," jelasnya.

Mengikut pengakuan suspek, ia memecah dua orang dengan seorang teman dan melakukan tindakan berdasarkan jemputan suspek DPO.

"Saya dijemput oleh kawan saya, IM, dengan bercakap dekat sini, jadi saya melihat bae. Jika wang yang saya dapat ialah 900 ribu samo hp duo, tetapi saya menjual sikok dalam sejuta hargo," katanya kepada kru media.
BAGIKAN SEGERA WhatsApp

Post a Comment