KOMENTAR DI BAGIAN BAWAH SEKALI

Cetak KK dan Akta Sekarang Hanya Dengan Kertas HVS !! Biar Hemat


Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah meluncurkan mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) di 8 kabupaten / kota salah satunya di Magetan dan Tangerang Selatan.

Mesin ‘ATM’ Dukcapil tersebut dapat mencetak 23 dokumen administrasi seperti Kartu Keluarga (KK), e-KTP,

hingga Akta Kelahiran dan Akta Kematian dalam hitungan detik.

Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Zudan Arif mengatakan, melalui mesin ini dokumen seperti KK dan Akta akan dirilis dengan kertas putih biasa alias kertas HVS. Namun, akan disematkan kode QR dalam kertas tersebut.

“Dengan perubahan ini, di Dukcapil mengubah lagi satu memperbarui yang dulu dengan pencetakan keamanan, sekarang dengan kertas putih biasa.

Jadi bapak bupati, walikota, pulang jangan kaget karena KK, Akta itu semua dengan kertas putih biasa, dengan kode QR, ”kata Zudah dalam acara Penandatanganan Komitmen Pembangunan Mal Pelayanan Publik di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPan-RB), Jakarta , Selasa (10/3/2020).

Perlu diketahui, KK, Akta Kelahiran, dan Akta Kematian memang selama ini diterbitkan menggunakan kertas khusus dari Dukcapil.

Dengan pengubahan penggunaan kertas biasa ini, menurutnya bisa menambah anggaran hingga Rp 450 miliar.

“Seluruh Indonesia, kita perlu Rp 450 miliar lebih sedikit setiap tahun dengan paradigma baru itu,” tutur dia.

Selain mengenalkan paradigma baru tersebut, Zudan juga mensosialisasikan aplikasi Dukcapil yaitu EKORPRI AKUI yang bisa diunduh di Playstore.

Aplikasi itu memiliki sistem kecerdasan buatan (AI) bernama Robot Gisa yang mampu memberikan informasi lengkap tentang pengajuan administrasi pendudukan, dan sebagainya.

“Kita bisa bertanya apa pun melalui AI Robot Gisa ini. Bisa mengenai persyaratan dan cara membuat KTP, kantor Dukcapil terdekat, ”papar dia.

Menurut Zudan, aplikasi ini dibuat untuk menghindari hoax terkait administrasi kependudukan.

“Lalu kami ingin membangun informasi standar Adminduk. Maka kami menggunakan meminta AI. Agar masyarakat dapat layanan Adminduk yangsama di seluruh Indonesia dah dihindari tipuan, ”pungkasnya.

Sumber: detik.com
BAGIKAN SEGERA WhatsApp