KOMENTAR DI BAGIAN BAWAH SEKALI

Diancam 3 Pria, Janda Ini Pasrah Diperkosa Didepan 2 Rekannya

 


Ri (20), perempuan berstatus janda yang berprofesi sebagai sales, warga Kecamatan Padang Guci Kabupaten Kaur, melaporkan peristiwa pemerkosaan yang dialaminya ke Polsek Seginim pada Minggu .

Dalam laporannya, korban mengaku diperkosa oleh pria inisial Ah (32), warga Desa Tanjung Besar Kecamatan Kedurang Kabupaten Bengkulu Selatan.

Kejadiannya pada Minggu dini hari, sekira pukul 04.21 WIB. Saat itu, korban bersama rekannya sesama sales berangkat menuju Kedurang untuk mencari konsumen. Di salah satu rumah kosong di Desa Suka Rami Kecamatan Air Nipis, rekan korban menghentikan kendaraan mereka untuk beristirahat sejenak.

Saat beristirahat itulah, ketiga terduga pelaku berinisial Ah serta Su dan Ni, warga Desa Betungan Kecamatan Kedurang mendatangi mereka. Ketiga terduga pelaku kemudian merampok para korban.

Para terduga pelaku pun berhasil menyita HP dan kunci kontak sepeda motor para korban setelah mengancam mereka dengan senjata tajam. “Kami tidak ada pakaian (senjata) pak, sementara pelaku membawa pisau. Jadi kami tidak melawan,” cerita korban saat menyampaikan laporan ke polisi.

Melihat kemolekan tubuh Ri, ketiga pelaku berhasrat melampiaskan nafsu birahi mereka. Ketiganya awalnya menawarkan jasa uang demi bisa melampiaskan nafsu mereka, tapi ditolak oleh korban. Karena tawaran ditolak, pelaku pun memakai cara kasar. Mereka mengancam korban menggunakan senjata tajam dan memaksanya.

Disampaikan korban, baru satu orang yang memperkosa dirinya. Sedangkan dua pelaku lainnya, tidak sempat memperkosa karena warga di sekitar ramai datang ke TKP, sehingga ketiganya kabur meninggalkan lokasi kejadian.

“Dari keterangan korban, baru satu orang yang melakukan perkosaan kepada dirinya. Sedangkan pengakuan Ah (terduga pelaku yang sudah diamankan), yang memperkosa korban adalah Su,” terang Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Deddy Nata S.IK melalui Kasat Reskrim AKP Rahmat Hadi Fitrianto SH S.IK.

Saat korban disetubuhi oleh Su, dua teman lelaki korban yang berada di TKP hanya bisa menyaksikan tanpa bisa menolong. Keduanya dalam posisi terancam karena disandera menggunakan senjata tajam oleh Ah dan Ni.

“Rencananya korban ini akan digilir oleh ketiga terduga pelaku. Tapi warga sekitar ramai-ramai mendatangi TKP, sehingga pelaku kabur,” imbuh Kanit Reskrim.
BAGIKAN SEGERA WhatsApp

Post a Comment