Kota Batam Lebih Waspada, Korban Corona Singapura Semakin Bertambah


Kota Batam merupakan daerah paling dekat dari negara Singapura di Indonesia ini.

Saat ini, penderita Virus Corona di Singapura terus bertambah.

Dari data yang diketahui terakhir sudah 10 orang yang positif terkena Virus Corona tersebut.

Tentunya Kota Batam harus segera melakukan pencegahan secara cepat apalagi setiap harinya lalu lalang kapal dari Singapura dan Batam selalu ada.

Penyebaran Virus Corona semakin mengkhawatirkan.

Virus asal Wuhan, Tiongkok, ini pun kembali menambah jumlah korbannya di Negara Singapura.

Hal ini ditegaskan oleh Duta Besar Indonesia untuk Singapura, I Gede Ngurah Swajaya. Kepada Tribun Batam, dia menuturkan jika penderita virus berbahaya ini semakin bertambah.

"Total hari ini 10 kasus positif," tegasnya, Rabu (29/1/2020) malam. Menurutnya, kebanyakan dari penderita ini adalah warga Tiongkok.

"Belum ada laporan warga lokal yang terkena," sambungnya.

Semua kasus pun menurut Gede telah ditampung oleh National Centre for Infectious Diseases (NCID).

Sementara itu, penyebaran Virus Corona sendiri di Batam turut mendapat sorotan. Sebab, Batam berada dekat dengan negara yang terkenal dengan patung singanya ini.

Terbaru, warga pun mulai ketakutan. Terbukti dengan habisnya stok masker di beberapa apotek dan warung waralaba.

"Diborong karena takut Virus Corona," ucap salah satu petugas apotek.

Jumlah korban virus corona menunjukkan kenaikan tajam dari hari ke hari.

Hingga saat ini, Kamis (29/1/2019), jumlah pasien sudah menembus 6.057 orang dan korban tewas mencapai 132 orang.

Itu artinya, jumlah korban virus corona bertambah hampir 1.500 orang dalam sehari, karena Rabu lalu, seperti dilansir arcgis.com, jumlah penderita 4.682 orang.

Namun data real time dari South China Morning Post, jumlah penderita mencapai 6151 orang.

Begitu juga korban tewas juga naik rata-rata 25 orang per hari dan saat ini dilaporkan 132 jiwa.

Peningkatan tajam ini membuat China kembali menjadikan rumah sakit yang dibangun selama wabah Sars 2002-03 sebagai pusat karantina.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel