Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sibuk Debat Bubur Di Aduk Atau Tidak, Muncul Komunitas Baru Bubur Disedot




Cara makan bubur selalu jadi perdebatan apakah mau diaduk atau tidak. Kini muncul sekte baru yaitu bubur disedot! Seperti apa ya caranya?

Para pencinta bubur sejak dulu memperdebatkan seperti apa cara paling nikmat untuk melahap bubur. Ada yang masuk kelompok makan bubur diaduk dan ada juga yang makan bubur tidak diaduk.

Namun baru-baru ini cara makan bubur kembali diperdebatkan. Pasalnya ada cara makan bubur yang baru dan unik yaitu dengan cara disedot. Cara ini ramai diperbincangkan netizen di Twitter.

Awalnya Kirana, pemilik Twitter @sunflowis mengunggah screenshoot cuitan Adam Harvey yang mencicipi bubur ayam. Ada netizen yang iseng bertanya kepada Adam Harvey, "You tim diaduk apa enggak mas?". Kemudian netizen lain membalas cuitan tersebut dengan mengatakan, "Dimohon jangan bawa2 konflik internal ke tanah britania raya."




Skrinsyut yang diunggah Kirana itu pun mengundang banyak komentar netizen. Beberapa dari mereka masih memperdebatkan masalah cara makan bubur secara diaduk ataupun tidak diaduk. Beberapa lagi sibuk memecahkan misteri tentang jawaban dari Adam Harvey tentang bagaimana ia menikmati bubur tersebut.

Adapula komentar salah satu netizen yang menggelitik. Netizen dengan nama akun @herjunops berkomentar sekaligus mengunggah foto yang memperlihatkan bubur di dalam wadah plastik dan diberi sedotan. Foto itu pun dilengkapi tulisan, "Kalian terlalu sibuk meributkan bubur diaduk atau tidak diaduk. Sampai akhirnya muncul sekte baru bubur disedot," tulisan lainnya, "Fakta yang dapat mengguncang iman dan ideologi."
Cuitan dari akun @herjunops itu lantas mendapatkan banyak komentar dari netizen, sebanyak 417 retweets dan 942 likes. Netizen mempertanyakan tentang campuran di dalam bubur yang akan nyangkut di sedotan. Ada pula yang kesal karena dianggap cara makan bubur tersebut tidak masuk akal.

Penasaran dengan sekte baru bubur disedot, tim Detikfood mencoba makan bubur pakai sedotan. Kami membeli bubur dan meminta penjualnya untuk memasukkan ke dalam plastik ukuran 2 Kg yang kami bawa sendiri.

Bubur pun disajikan sama seperti ketika kami membelinya di dalam wadah mangkuk ataupun sterofoam. Lalu bubur tersebut kami berikan sedotan dengan diameter lubang yang agak besar. Kami pun mencobanya namun ternyata sangat sulit ketika disedot. Sebab tekstur dari bubur yang kami beli cukup kental padahal sedotan yang kami gunakan sudah besar.
Mungkin untuk tekstur bubur yang agak encer, makan bubur dengan sekte baru disedot tersebut akan berhasil. Apalagi cara ini menjanjikan kepraktisan karena bisa disantap dimana saja. Namun itu hanya berlaku jika bubur agak encer, sedotan yang digunakan pun harus berdiameter lubang yang cukup besar agar campuran bubur seperti ayam suwir, bawang goreng, cincangan daun seledri, kacang kedelai, cakwe, dan lainnya dapat tersedot langsung.

Jika terlalu kecil semua campuran tersebut tidak dapat dimakan secara langsung. Tim Detikfood pun lebih memilih makan bubur di wadah menggunakan sendok yang sewajarnya saja. Untuk aliran, kami lebih suka bubur tidak diaduk. Nah, kalau kalian pilih yang mana? Diaduk, tidak diaduk, atau disedot?


B3eFmaster
B3eFmaster CYBER