Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Stock Makanan Menipis Warga Wuhan Adu Pukul Untuk Makan


Kota Wuhan, Cina, benar-benar sudah berhasil akibat merebaknya virus wabah corona.  Tidak ada lagi aktivitas berarti karena warga enggan keluar ke jalan-jalan.  Suasana di sana pun mirip dengan kota mati.

 Namun, yang lebih miris adalah warga Wuhan yang tidak hanya berjuang menghadang serangan virus korona yang telah terhindar dari korban jiwa, tetapi mereka juga harus mencari cara bertahan hidup di tengah menipisnya suplai bahan makanan.  Mereka bahkan harus berebut bahan makanan di toko dan supermarket.

 Dalam sebuah video di Twitter yang diunggah akun @CStoreNews_, terlihat supermarket dan toko-toko ritel di Wuhan yang sudah kosong.  Semua rak-rak tak ada lagi yang terisi barang.

 Sementara para pembeli berebut mendapatkan apa yang mereka butuhkan.  Bahkan, di supermarket kasir terlihat saling berkelahi memperebutkan sebuah barang.

 Mereka saling menarik demi mendapatkan bahan-bahan makanan.  Dalam Video Jawaban yang Ditulis tentang Banyak Warga yang Diperkenalkan Meminta-minta Makanan dan Minuman.

 Wuhan dan beberapa kota lain di Cina harus ditutup dan tidak ada yang bisa keluar atau masuk dengan bebas.  Hal ini menyebabkan banyak warha harus bertahan dalam keterbatasan.

 Sementara itu, virus korona yang disebut telah menyebabkan kematian 80 orang terus menyebar hingga beberapa negara.  Begitu virus ganasnya ini dikabarkan banyak warga pingsan dan berjatuhan di jalan-jalan di Cina.

 Tenaga Medis pun dibuat dengan jumlah pasien yang terus meningkat setiap kali.  Sebaliknya mereka juga harus bertaruh Nyawa karena bisa memenangkan seketika.  Tak hanya itu, peralatan medis pun menerapkan kian menipis.  Demi menyelesaikan pembangunan yang membutuhkan darurat ini, pemerintah Cina akan membangun rumah sakit selama enam hari.