Aksi Heroik Dari 2 Bocah SD Berhasil Gagalkan Aksi Penculikan Anak



Dua bocah Sekola Dasar (SD) sukses menggagalkan pria yang hendak menculik temannya. 

Aksi berani dua bocah SD itu dilakukan dengan berbagai perlawanan, mulai menarik temannya, menggigit hingga memukul pelaku pakai batu.

Beruntungnya, pelaku akhirnya kabur ketakutan sebab bocah SD itu juga meneriaki pelaku maling. 

Kisah heroik ini terjadi pada siswa kelas IV SDN jetis, Kecamatan Karangayung, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. 

Insiden tersebut juga sempat viral setelah video kesaksian tiga bocah bernama DE (10), AD (10) dan RS (10) yang berhasil lolos upaya penculikan itu beredar.

Diketahui, tiga sekawan itu selama ini selalu berangkat sekolah berbarengan dengan mengayuh sepeda.

Jarak rumah mereka menuju sekolah hampir satu kilometer dengan melintasi jalan pedesaan yang cukup sepi.

Suatu hari pada Rabu (5/2/2020) pagi sekitar pukul 06.30 WIB, tiga sahabat itu seperti biasa menggenjot sepeda menuju sekolah.

Saat itu DE berboncengan dengan AD dan RS gowes sendirian. Ketiganya bersepeda beriringan.

Namun di perjalanan, kurang 20 meter dari SDN Jetis, laju sepeda mereka terhenti setelah dihadang sebuah minibus hitam.


"Kami kaget dan sepeda kami menabrak mobil hitam itu," kata AD dikutip dari Kompas.com artikel 'Keberanian Dua Siswa SD Selamatkan Teman yang Hampir Diculik, Lempar Batu hingga Gigit Penculik' tayang (6/2/2020). 

Seketika keluar seorang laki-laki berkaus hitam dari pintu tengah minibus yang digesernya.

Saat itu pula samar-samar ketiga bocah terseut melihat ada beberapa orang di dalam mobil yang disebut berpelat B.

Laki-laki yang turun dari mobil itu langsung menghampiri dan merayu DE agar mau ikut masuk ke dalam mobil.

Sosok yang tidak mereka kenal itu menawari DE untuk diajak jalan-jalan dengan iming-iming uang Rp 1 juta, jajanan dan permen.

Bahkan, pria itu berusaha membujuk DE dengan meyakinkan jika bapak dan ibunya ada di dalam mobil itu.

DE yang pendiam itu tak percaya begitu saja karena tahu orangtuanya merantau di Jakarta.

Selama ini DE tinggal di kampung bersama kakek dan neneknya.


"Ayo le melu aku, tak jak jalan-jalan, tak kei duit sak juta karo jajan lan permen. Ojo kesuwen kae lho bapak ibumu ning njero. (Ayo nak ikut saya jalan-jalan. Aku kasih uang sejuta, jajan dan permen. Ayo jangan lama-lama, bapak ibumu itu loh ada di dalam mobil)," kata Pria itu seperti yang ditirukan DE.

DE yang merasa kebingungan pun hanya bisa terdiam dan menggeleng-nggelengkan kepala tanda tak mau.

Saat itu pula, muncul penolakan dari mulut AD dan RS sebagai teman baik DE.

AD dan RS selama ini juga paham jika orangtua DE bekerja di Jakarta.


"Ojo gelem. Diapusi kowe, kan bapak ibumu ning Jakarta (jangan mau. Kamu ditipu, bapak ibumu di Jakarta)," sahut AD dan RS dengan lantang bersamaan.

Melihat penolakan-penolakan itu, laki-laki itu kemudian langsung menarik paksa tangan DE dan berupaya membawanya masuk ke dalam mobil di bangku tengah.

Seketika itu pula AD dan RS memeluk, mencengkeram dan menarik tubuh DE sembari berteriak meminta pertolongan.

Kedua bocah itu bahkan mengambil batu dan memukulkannya ke tubuh pria dan pintu mobil.

Bocah itu juga menendang dan menggigit tangan pria tersebut.


"Kami gigit tangannya, kami pukul batu ke tubuhnya serta pintu mobil. kami tendang-tendang dan berontak sebisanya. Kami juga berteriak, ada maling !!!," terang AD dan RS.

Penjahat itu akhirnya luntur dengan keberanian AD dan RS yang berusaha keras merebut DE dari aksi penculikan.

Ujung-ujungnya tangan kuat pria itu pun melepaskan tubuh DE.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel