Cara terbaik Mengatasi Orang Yang Ingin Bunuh Diri



Entah sudah keberapa kalinya, saya dan narasumber yang pernah saya interview di YT saya, di PM oleh mereka yang ingin mengakhiri hidupnya.

Terakhir saya mendapatkan PM seperti ini, sekitar minggu lalu, ada salah satu friendlist yang PM kalau ia ingin minum racun bersama anak-anaknya, karena tak kuat menghadapi hidup ini.

Orang tuanya sudah lama meninggal,  bisnisnya pun tengah kandas, suaminya pun sudah meninggalkan dirinya sejak 2 tahun lalu, dan kini ia terkena penyakit kanker, saudara satu-satunya pun mengalami gangguan jiwa.

Sering kali bingung setiap kali mendapatkan PM seperti ini, tidak dibalas salah, dibalaspun juga apakah bisa mengurangi beban hidupnya?, meskipun tetap saya balas.

Saya jadi teringat ketika saya sendiri pernah merasakan diri di posisi seperti ini ketika Amy masih berusia 1,5 tahun, masih dengan pasangan saya sebelumnya.

Saya yang waktu itu masih tinggal di apartemen, pernah merasakan keinginan kuat untuk loncat saja dari balkon apartemen saya di lantai 25, di malam hari saya hanya duduk terdiam, menangis pun tidak, hanya melamun saja dengan tatapan kosong.

Pikiran mumet, serasa no way out, terbelenggu dengan situasi dan keadaan.




Yang mengembalikan kesadaran saya waktu itu ketika Handphone saya berbunyi dari mama saya yang mengingatkan acara keluarga di akhir pekan nanti.

Setelah telpon itu, saya ingat saya menelpon atasan tempat saya bekerja yang taat sekali agamanya, dan dialah yang menguatkan saya. Ibu Melissa.

Kalimatnya sederhana,
"Christina, ketika kamu bingung kemana lagi harus bersandar, masih ada lantai untuk bersujud dan memanjaatkan doa"

Saya menangis sejadi-jadinya dan kemudian berdoa, anak dan mantan suami saya dikala itu sudah tertidur..

Sempat tergetar hati saya ketika saya interview mas Angky Andang, dan mas Angky pun juga kembali mengatakan kalimat sederhana itu di sela ceritanya ketika akhirnya dia bangkit dari rasa trauma terkena bencana alam hingga 2 kali.

Deeeengg, pikiran saya langsung teringat kejadian 10 tahun lalu itu.

===

Kata-kata ini yang biasanya saya selalu katakan ke mereka yang curhat ke saya ketika raga terasa sudah terlalu berat menghadapi beban hidup ini.

Saya hanya bisa meminta mereka segera keluar dari rumah, dan pergi ke tempat ibadah terdekat yang sesuai dengan kepercayaannya, temui orang-orang disana minta bantuan untuk turut mendoakan dan bersujudlah untuk kemudian berdoa bersama.

Lalu jika hati tetap ingin mengakhiri hidup, temui keluarga/orang tua, apapun kondisi dan keadaan mereka, minimal ucapkan selamat tinggal ke mereka, berikan pelukan terakhir dan permohonan maaf.

Saya hanya berharap setelah mereka melakukan dua hal diatas, pikiran mereka bisa berubah, dan bisa melihat bahwa dunia itu tidak hanya sebatas hitam dan putih, namun penuh warna.

===

Nikmati saja perjalanan hidup ini yang penuh dengan ragam dinamikanya,

Jika saja saya mengakhiri hidup saya 10 tahun yang lalu, saya tidak akan pernah tau bahwa saya bisa mencapai titik ini, ketemu dengan the man of my life, lahirnya Kayla, 101Red, Lumecolors, dan betapa beruntungnya saya dilingkari oleh keluarga, mentor, dan teman-teman yang menyayangi saya,

Segala kejadian di dunia ini hanyalah sementara, maka sebagai manusia, nikmati saja, jalani saja, karena jika kita merasa bahwa kebahagiaan itu hanyalah sementara, maka kita pun harus juga yakin bahwa rasa gagal itu  pun juga hanya sementara.

Roda terus berputar, jika kita terjatuh, maka jatuhlah kedepan, terus melangkah, karena selama kita melihat kedepan, akan selalu ada jalan jika kita terus bergerak.

Akhir kata,

Buat kalian yang temannya sedang bersedih, jangan dibully, dikatain lebay, bahkan di-ngeyek "ah masalahmu itu cuma segitu, masalahku lebih besar"

Dengarkan dan berikan kekuatan semampu kita.

Informasi Layanan Hotline Konseling Kejiwaan:
Hotline Kesehatan Jiwa Kemenkes (021-500-454)
LSM Jangan Bunuh Diri (021 9696 9293)
Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI 021-8514389)
yayasanpulih.org/faq/ (02178842580)

Salam sayang
Christina Lie

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel