Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Menteri SrI Muliani : Mulai Sekarang Asap Knalpot Akan Kena Pajak !! Mantap




Menteri Keuangan Sri Mulyani merekomendasikan pembebanan cukai atas pelepasan kendaraan bermotor ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pemerintah sedang mengevaluasi kemungkinan emisi dalam bentuk asap buangan yang berdampak negatif pada iklim.

Sri Mulyani mengatakan objek cukai adalah kendaraan bermotor yang menghasilkan emisi CO2. Dari pengenaan cukai, ia mengatakan potensi pendapatan negara adalah Rp 15,7 triliun.

Namun, pemerintah belum memiliki perhitungan yang lebih rinci tentang dampak penggunaan kendaraan bermotor setelah pajak. Sri Mulyani belum menentukan jumlah cukai yang akan dipungut atas barang tersebut.

"Di semua negara emisi menyebabkan polusi dan kemudian efek rumah kaca atau fenomena perubahan iklim," kata Sri Mulyani, Rabu (19/2).

Jika pelepasan kendaraan bermotor dikenakan pajak, Sri Mulyani berharap perusahaan otomotif akan beralih ke produksi berbasis kendaraan listrik. Oleh karena itu, orang yang menggunakan kendaraan dengan bahan bakar fosil berkurang.

"Ini sejalan dengan program pemerintah untuk mendorong produksi kendaraan berbasis listrik yang lebih kecil, sehingga emisi non-listrik yang lebih besar akan dikenakan pajak," kata Sri Mulyani.

Selain itu, ia mencatat bahwa subjek knalpot kendaraan adalah produsen dan importir. Namun, pemerintah akan memberikan pengecualian untuk kendaraan ekspor, kendaraan pemerintah, dan kendaraan tujuan khusus, seperti ambulans dan mobil pemadam kebakaran.

Kemudian dikenakan biaya cukai ketika kendaraan keluar dari pabrik dan pelabuhan. Sri Mulyani mengatakan proses pembayaran dilakukan secara teratur atau bulanan.

"Pajak cukai akan menjadi advalorum atau tarif dari jenis tertentu berdasarkan emisi CO2 yang dihasilkan," jelas Sri Mulyani.