Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

NASA Tetapkan Ongkos PP Bumi - Bulan Rp 345 Triliun



Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) akan mengirim manusia dari Bumi ke Bulan pulang pergi pada 2024. Oleh karena itu, ongkos yang diperlukan untuk pulang pergi Bumi-Bulan sebesar Rp345 triliun atau US$25,2 miliar.

Bahkan, mengutip situs The Verge, Selasa, 11 Februari 2020, Presiden AS Donald Trump sampai mendesak Kongres supaya anggaran NASA dinaikkan menjadi Rp345 triliun pada 2021, dari sebelumnya yang hanya menerima US$22,6 miliar atau Rp309 triliun di tahun ini.


"Misi utama NASA adalah mengembalikan astronot Amerika ke Bulan tahun 2024, sekaligus membangun permukiman di sana. Ini langkah awal dari perjalanan Amerika ke Planet Mars," kata Trump.


"Misi utama NASA adalah mengembalikan astronot Amerika ke Bulan tahun 2024, sekaligus membangun permukiman di sana. Ini langkah awal dari perjalanan Amerika ke Planet Mars," kata Trump.

Jika anggaran ini bisa terwujud, maka akan menjadi jumlah terbesar selama beberapa dekade. Sebab, setengah dari anggaran tersebut, atau US$12,3 miliar atau Rp168 triliun, akan dipakai untuk pendanaan mengirim perempuan pertama di dunia ke Bulan dalam lima tahun ke depan.

Kemudian, US$3,4 miliar atau Rp46 triliun akan digunakan untuk mengembangkan pesawat luar angkasa yang membawa manusia ke permukaan Bulan, serta lebih dari US$700 juta atau Rp9,5 triliun akan dimanfaatkan untuk mendanai kegiatan di satelit alami Bumi.

Trump juga menekankan bahwa tujuan akhir dari misi NASA adalah membawa manusia ke Planet Mars. Kegiatan di Bulan dimaksudkan untuk menguji teknologi terbaru NASA yang akan digunakan untuk mengirim manusia ke planet merah itu suatu saat nanti.

Meski begitu, ia tidak melupakan anggaran untuk kepentingan di Planet Mars. Tercatat, ada sekitar US$233 juta atau Rp3 triliun untuk pengembangan robot yang akan dikirim ke planet merah itu sebagai langkah awal.

Kendati peta jalan atau roadmap NASA sudah jelas dan terarah, namun proposal tersebut belum juga disetujui Kongres.

Permintaan baru Trump ini sebagai langkah awal dan akan ada proses yang sangat panjang untuk menentukan anggaran NASA di tahun depan.

Namun permintaan ini ternyata juga banyak membatalkan beberapa program sains yang sebenarnya sudah direncanakan sejak dirinya menjabat sebagai orang nomor satu di negeri Paman Sam.