Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tanggapan Sri Sultan Jogja Terkait Tragedi Susur Sungai SMPN 1 Turi Sleman


Sultan HB X menyatakan pemerintah akan menunggu proses hukum dari guru SMPN 1 Turi yang ditetapkan sebagai tersangka. Pemerintah tidak bisa langsung memberhentikan guru tersebut karena harus melalui proses hukum lebih dahulu.


"Kita tunggu kepastiannya, nanti dulu, tidak bisa terus langsung dakwaan seperti itu langsung kita berhentikan kan enggak bisa. Ada proses dulu," katanya di Yogyakarta, Senin (24/2/2020).


Pemerintah tidak akan memberikan pendampingan hukum karena tidak ada aturannya. "Enggak, minta enggak," ujar Sultan HB X.

Menurutnya, kepala sekolah pun harus bertanggung jawab terkait kasus tersebut. Oleh karena itu, kata Sultan, kepala sekolah bisa mengeluarkan jeratan. Hanya saja hal itu menjadi ranah penegak hukum.

"Jika dia harus bertanggung jawab, tentu saja bisa mendapatkan (tersangkanya), kepala sekolah pun pasti kena (jeratan) biar pun mungkin (dia enggak tahu) katanya.

Sultan HB X menilai tidak logis jika kepala SMPN 1 Turi tidak mengetahui kegiatan di Sungai Sempor tersebut. Karena itu tidak ada alasan untuk mengelak agar bertanggung jawab terhadap kasus tersebut.

"Tidak mungkin, tidak ada alasan, ada kegiatan dengan jumlah kepala sekolah tidak tahu, itu tidak ada alasan, enggak ada logika, jika ada sekolah tidak tahu, itu aja," ucapnya.