KOMENTAR DI BAGIAN BAWAH SEKALI

Ayah Warga SumSel Ini Setubuhi Anak Kandung Hingga Hamil,Di Kasih Rp100 Ribu Usai ‘Minta Jatah’



Entah apa yang merasuki YT (52), warga Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur, Provinsi Sumatera Selatan sehingga tega menggagahi Melati (15), sebut saja demikian, yang tak lain adalah anak kandungnya hingga hamil lima bulan.

Informasi yang dihimpun, perbuatan bejat yang dilakukan YT diketahui sejak bulan Agustus tahun 2019 lalu. Berawal saat dirinya tergoda melihat kemolekan tubuh anaknya sendiri yang terbaring di dalam kamar.

Tak tahan dengan lekuk tubuh anaknya yang sedang terlelap tidur, YT kemudian masuk ke dalam kamar lalu memaksa anaknya untuk melayani nafsu durjananya itu.

“Saya melakukannya saat istri saya pergi untuk berjualan sayur. Saat itu sekitar pukul 03.00, karena saya tak tahan jadinya saya lampiaskan ke anak saya,” katanya dengan santai di halaman Mapolres Kabupaten OKU Timur, Kamis (5/3/2020).

Tersangka  juga mengatakan, setiap usai melakukan perbuatan bejat tersebut YT selalu memberi uang Rp100 ribu kepada anaknya.

Diungkapkan YT, dia mengaku terkejut saat mengetahui anaknya sudah tidak perawan lagi. Dengan alasan tersebutlah dirinya melakukannya hingga tiga kali selama kurun waktu hampir satu tahun ini.

“Saat saya melakukan itu saya kaget karena anak saya sudah tidak perawan lagi, dan setiap selesai saya berhubungan badan sama anak, selalu saya kasih uang Rp100 ribu,” urainya.

Sementara itu, Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya, SH, Sik melalui Kanit PPA Bripka Juaini SH PS saat ungkap kasus yang digelar di Mapolres OKU Timur membenarkan adanya perkara tersebut.

Menurut Kapolres, tersangka diringkus petugas di Kabupaten Banyuasin pada Februari lalu ketika ibu kandung korban melihat perubahan bentuk badan anaknya yang semakin membesar.

“YT dilaporkan istrinya sendiri, setelah melihat adanya perubahan fisik anaknya. Setelah ditanya ternyata anaknya hamil dan pelakunya ialah YT ayahnya sendiri,” ucapnya.

Junaini mengatakan, YT kerap mengancam anaknya menggunakan senjata tajam jenis pisau saat ingin ‘meminta jatah’ kepada anaknya. “Yanto sering mengancam anaknya menggunakan pisau saat ingin dirinya dilayani,” ujarnya.

“Saat ini korban yang diketahui masih duduk di bangku SMA tersebut harus diasingkan, sebab trauma dan rasa malu yang dialaminya,” pungkas Junaini.
BAGIKAN SEGERA WhatsApp

ARTIKEL INI MASIH BERLANJUT SILAKAN GULIR LAGI KE BAWAH UNTUK LEBIH LENGKAP