Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Hasil Study Wuhan : Golongan Darah A Lebih Rentan Terinfeksi Virus Corona


Berdasarkan analisis terhadap data orang yang menentang Covid-19 atau virus korona, memang ada beberapa kelompok orang yang lebih rentan tertular virus ini. Misalnya saja kelompok pria, lanjutkan, dan juga perokok. Studi terbaru dari China menunjukkan, seseorang dengan golongan darah cenderung rentan terhadap virus corona. Sementara itu, mereka yang memiliki golongan darah O lebih resisten atau punya daya tahan lebih baik.

Para peneliti yang melaporkan COVID-19 di pusat wabah di China, yaitu kota Wuhan dan Shenzhen menemukan proporsi pasien golongan darah yang berhasil dan terkait dengan penyakit yang lebih signifikan. Peneliti membandingkan golongan ini dengan mereka yang memiliki golongan darah sama di masyarakat umum.

Sementara itu, pasien dengan golongan darah O memiliki proporsi lebih kecil untuk melawan dan meninggal dunia karena virus corona.

"Orang-orang dengan golongan darah perlu dilindungi perlindungan pribadi untuk mengganti perlindungan," tulis para peneliti di Pusat Pengobatan Berbasis Bukti dan Terjemahan di Wuhan.

Studi ini juga mengungkap, dari 206 pasien yang meninggal karena virus corona, 85 korban atau 41,26 persen memiliki golongan darah A. Hanya 52 korban yang memiliki golongan darah O. Kepada South China Morning Post, para peneliti yang tidak terlibat dalam studi ini mengatakan ukuran sampel yang jauh lebih besar dari yang dibutuhkan untuk memandu praktik medis.

"Jika kita golongan darah, tidak perlu panik. Itu tidak berarti kita akan kesulitan 100 persen," kata Gao Yingdai, peneliti di Tianjin, kepada South China Morning Post. "Jika kita memiliki golongan darah O, bukan berarti kita juga benar-benar aman.

 Kita harus menyimpan tangan dan mengikuti petunjuk yang dikeluarkan oleh pihak yang terlibat. "Saat ini, ada lebih dari 196.000 kasus COVID-19 yang menewaskan lebih dari 7.800 orang di seluruh dunia.