Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kementerian Agama : Menikah Saat Wabah Corona, Hanya Diperbolehkan Mengundang 10 Tamu


Kementerian Agama (Kemenag) mengizinkan adanya prosesi akad nikah di tengah wabah virus Corona (COVID-19). Jumlah orang yang hadir dalam proses ini tidak lebih dari 10 orang dalam satu ruangan.

Hal tersebut tertuang di dalam Surat Edaran Nomor: P-002 / DJ.III / Hk.00.7 / 03/2020 tentang imbauan dan pelaksanaan protokol penanganan COVID-19 pada area publik di Direktorat Jenderal Bimbingan Islam Masyarakat yang dilihat detikcom, Jumat (20) / 3/2020). Dalam proses akad nikah tidak dihadiri lebih dari 10 orang, baik yang di KUA atau di luar KUA.

Calon pengantin dan anggota keluarga yang mengambil prosesi akad nikah diharapkan menggunakan topeng dan melepaskan tangan terlebih dahulu. Kemudian petugas, wali nikah, dan calon pengantin laki-laki harus menggunakan sarung tangan kompilasi ijab kabul.

Berikut bunyi protokol untuk mentransfer COVID-19 pada layanan akad nikah:

Sebuah. Pencegahan penyebaran COVID-19 pada pelayanan akad nikah di KUA:

1. Jumlah orang yang harus menyelesaikan prosesi akad nikah dalam satu ruangan tidak lebih dari 10 orang;
2. Calon pengantin dan anggota keluarga yang mengikuti prosesi harus telah membasuh tangan dengan sabun / pembersih tangan dan menggunakan masker, dan '
3. Petugas, wali nikah dan calon pengantin laki-laki menggunakan sarung tangan dan topeng pada saat ijab kabul;

b. Pencegahan penyebaran COVID-19 pada layanan akad nikah di luar KUA:

1. Ruang proses akad nikah di tempat terbuka atau di ruangan yang berventilasi sehat;
2. Jumlah orang yang mengikuti prosesi akad nikah dalam satu ruangan tidak lebih dari 10 orang;
3. Calon pengantin dan anggota keluarga yang mengikuti prosesi harus telah membasuh tangan dengan sabun / pembersih tangan dan menggunakan masker, dan '
4. Petugas, wali nikah dan calon pengantin laki-laki menggunakan sarung tangan dan topeng pada saat ijab kabul;

Lebih lanjut, Kemenag juga meniadakan layanan administrasi yang dipindahkan menjalin kontak dekat. Layanan administrasi dan pencatatan akad nikah tetap berjalan.

"Untuk sementara waktu meniadakan semua jenis pelayanan selain administrasi dan pencatatan akad nikah di KUA, yang mendukung menjalin kontak jarak dekat serta mengembangkan kerumunan seperti: bimbingan perkawinan untuk calon pengantin, konsultasi perkawinan, bimbingan klasikal dan sebagainya," tulis surat edaran tersebut.