Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Nahkoda Ini Masuk Islam Setelah Mendengar Adzan di Lautan

Dalam keadaan nyaris karam dihoyak badai, Kapten Putu, sang nakhoda kapal mendengar suara adzan. “Makanya saya sekarang Islam,” serunya.



Kapal Borobudur melanjutkan pelayaran. Menapak-tilasi Jalur Kayu Manis, rute perdagangan nenek moyang orang Indonesia di zaman sebelum hingga awal-awal Masehi.

Setelah mengampuh 26 hari pelayaran dari Jakarta-Pelabuhan Seychelles, rute selanjutnya ke Madagaskar.

Menurut I Gusti Putu Ngurah Sedana, nakhoda kapal Borobudur, rute ini berat. Angin sering mati. Sementara, kapal layar bergantung pada angin.

Kalau sudah begini, Muhammad Abdu turun ke gelanggang. Dalam bahasa Bajo, diajaknya angin bicara. Dipanggilnya angin untuk datang menolong.

Meski angin benar-benar datang, apa yang dilakukan Abdu disindir-sindir para pelaut asing di kapal itu.

Almanak bertarekh 25 Oktober 2003. Perahu berangkat lagi. Tujuannya Afrika Selatan.  Kapal melintasi pertemuan arus Samudera Hindia dan Samudera Atlantik. Ini yang paling gawat
Kapal dihoyak badai. Para awak umumnya histeris. Banyak yang menangis.  Kapal tradisional nenek moyang Indonesia itu laksana sabut diombang-ambing arus bah. Awan hitam menggelayut. Petir sambar-menyambar.

Boleh percaya, terserah kalau pun tidak, Kapten Putu, sang nakhoda kapal tiba-tiba mendengar suara adzan.

“Begitu badai reda, saya tanya. Ternyata tak satu pun awak kapal yang mengaku melantunkan adzan,” kenangnya dalam sebuah perbincangan panjang, tempo hari.

Kapal tiba di Cape Town, Afrika Selatan. Saat itu lebaran Idul Fitri.  Sejumlah awak kapal, turun tanpa pengganti. Kapten Putu meneruskan pelayaran ke Pantai Barat Afrika dengan sisa awaknya. Tiga belas orang.

Pendek kisah, Senin, 23 Februari 2004 sore, perahu bercadik itu lempar sauh di perairan lepas pantai Pelabuhan Tema, Accra, ibu kota Ghana.

Tuntas sudah napaktilas Jalur Kayu Manis. Perahu dibongkar, dikirim ke Jawa dan dirakit lagi. Kini bukti sejarah itu dimuseumkan di kawasan Candi Borobudur.