Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pria Ini Bunuh Istrinya Sendiri Karena Sang suami Ketahuan Perkosa Anak Kandung


Teka-teki kematian LS (29) warga Kecamatan Pelepat, yang ditemukan tergantung di perkebunan karet pada Februari lalu akhirnya dipecahkan. Ini setelah Unit Reskrim Polsek Pelepat terus melakukan penyelidikan dan pemeriksaan sejumlah saksi.

Usut punya usut, rupanya LS telah dibunuh oleh suaminya sendiri yakni, AS (33) warga Kecamatan Pelepat. Ia diamankan di rumahnya yang berada di Kabupaten Musi rawas, Provinsi Sumsel, Rabu (8/4) sekira pukul 03.00 dini hari.

Terungkapnya kematian, LS ini berawal dari pengakuan anaknya berinisial EY (13) kepada kakeknya. Ia mengatakan, ibunya tidak mati bunuh diri. Melainkan dibunuh oleh suaminya, yang tak lain adalah ayah Ey.

Mirisnya, AS tega menghabisi nyawa LS karena ketahuan memperkosa EY. Kakek EY, yang mendengarkan cerita tersebut lantas melaporkan hal tersebut ke pihak kepolsian.

Dari cerita EY, ia telah diperkosa oleh AS sebanyak 4 kali, yakni dua di antaranya dilakukan di rumahnya Kecamatan Pelepat dan 2 kali di rumah neneknya di Musi Rawas.

Bahkan, ancaman akan dibunuh pun menyertai aksi bejad AS kepada anaknya tersebut. Kapolsek Pelepat Bungo, AKP Suhendry menyebutkan, selain mengamankan tersangka juga turut diamankan barang bukti berupa pakaian yang digunakan saat menyetubuhi anaknya.

Sementara, AS menghabisi nyawa LS dengan cara mencekik lehernya. Tak sampai di situ, bahkan muka LS ditutup bantal hingga kehabisan nafas dan meninggal dunia. Lalu, ia pun menggendong jasad LS dan menggantungkannya di pohon karet.

Aksi keji itu punterlihat oleh EY. Hanya saja, AS mengancam EY juga akan dibunuh jika melaporkan hal tersebut. Bahkan, dari informasi yang didapat oleh Jambi Independent, pasca ditemukannya LS tewas, sang suami turut berada di TKP penemuan mayat sang istri dan seolah-olah meyakinkan semua pihak bahwa istrinya memang tewas karena bunuh diri.

Dua hari setelah kematian LS, AS memilih pulang ke rumahnya yang berada di Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumsel. Namun, ia kini akhirnya mendekam dibalik sel tahanan Polsek Pelepat Bungo usai diamankan petugas.

“Saat ini yang bersagnkutan menjalani pemeriksaan intensif. Ia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dan dikenakan pasal 81 ayat (3) UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun pidana penjara dan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara,”  pungkasnya.