Tak Sangka Napi Yang Dibebaskan Kembali Berulah, Kemenkumham: Kami Juga Pusing


Direktorat Jenderal Pemasyarakat (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM mengaku heran dengan sikap para napi yang telah dibebaskan lantaran situasi darurat corona atau Covid-19 sedang terjadi tapi malah kembali melakukan aksi kriminal di masyarakat.

Bahkan, berdasarkan catatan Kemenkumham, saat ini sudah ada 13 narapidana yang terlibat tindak kejahatan setelah mendapatkan kebebasan.

Dilansir dari Detik.com, Selasa (14/4), Pelaksana tugas (Plt) Dirjen PAS Nugroho mengaku situasi ini membuat pihaknya berada dalam kondisi yang cukup memusingkan saat ditanyai dalam sebuah diskusi online.

“Kedua yang menonjol melakukan tindakan pidana lagi. Sampai hari ini ada 12 atau 13 yang melakukan tindak pidana. Kami juga sedang pusing,”

Sebelumnya, Kemenkumham secara resmi membebaskan para napi dengan kebijakan asimilasi dan pembebasan bersyarat sesuai dengan aturan Permenkum HAM Nomor 10 Tahun 2020 dan Keputusan Menkum HAM nomor 19.PK.01.04 Tahun 2020.

Aturan tersebut setidaknya sudah membuat 36.000 napi dibebaskan baik itu yang melakukan tindak pidana umum maupun para napi anak. Sedangkan napi koruptor, narkoba, dan teroris tetap berada di dalam penjara.

Para napi sendiri dibebaskan karena Kemenkumham khawatir penyebaran virus Covid-19 bisa semakin parah bila para napi tetap dibiarkan berada di lapas yang banyak mengalami kelebihan kapasitas.

Namun, Nugroho menampik bahwa pembebasan para napi ini merupakan salah satu keputusan yang buruk. Karena berdasarkan data, baru ada 12 napi dari total 36.000 napi yang terbukti melakukan kejahatan.

Selengkapnya Baca Di : keepo.me/news/tak-sangka-napi-yang-dibebaskan-kembali-lakukan-kriminal-kemenkumham-kami-juga-pusing

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel