Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Intip Gunung Mantap Cewek Pria Ini Ditangkap Polisi, Pelaku : Kenapa Cewek Intip Punya Saya Nggak Ketangkap Pak?


Dua orang pelaku pengintip area payudara pelanggan akhirnya diamankan polisi setelah aksi tak senonoh viral di media sosial.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Budhi Herdi Susianto mengatakan, anggota yang dipimpin langsung Kasat Reskrim Kompol Wirdhanto Wicaksono bergerak cepat menyikapi viralnya aksi tidak senonoh yang dilakukan oleh oknum pegawai Starbucks.

“Sebanyak 2 orang diamankan akibat mengintip area payudara pelanggan,” ungkap Kombes Budhi didampingi Kasat Reskrim Kompol Wirdhanto Wicaksono, Jumat (03/07/2020).

Budhi menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, pihaknya telah menetapkan satu orang eks barista Starbucks sebagai tersangka di kasus intip payudara pelanggan lewat CCTV. Tersangka DD (22) kini resmi ditahan polisi.

“DD sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polres (Metro Jakarta Utara),” jelasnya.

Budhi mengatakan, DD adalah orang yang merekam, kemudian menyebarkan video tersebut ke media sosial. Video itu akhirnya diketahui khalayak umum.

“DD ini berperan yang membuat, kemudian yang meng-upload ke media sosialnya dia yang kemudian viral, yang sebagaimana kita ketahui,” tuturnya.

Sedangkan rekannya, KH, berstatus sebagai saksi. KH adalah orang yang mengoperasikan dan juga men-zoom bagian tubuh VA, pelanggan Starbucks yang saat itu ada di kedai tersebut.

“Jadi tersangka DD itu sudah bekerja di tempat tersebut kurang-lebih 1 tahun, sedangkan KH itu kurang-lebih 3 tahun sudah bekerja di tempat tersebut,” imbuhnya.

Lebih lanjut Budhi mengungkapkan, setelah aksinya viral, pihaknya memeriksa sejumlah saksi, salah satunya Store Manager Starbucks di gerai Sunter Mall terkait kejadian itu. Berdasarkan keterangan pihak Starbucks ini, polisi mengetahui identitas tersangka.

“Atas kejadian tersebut, tersangka DD dijerat dengan Pasal 45 ayat 1 juncto Pasal 27 ayat 1 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 1 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman 6 tahun,” tandasnya.