Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Usai Dicabuli Dua Kali, Bocah 5 Tahun Dibunuh Disungai Mayat Dimasukkan Karung




Kasus pembunuhan terhadap Raisa (5), yang dilakukan pasangan suami istri siri warga Dusun Klompang, Desa Tanggulangin, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, direkontruksi, Selasa (7/7).

Dalam rekonstruksi di Mapolres Pasuruan itu, kedua tersangka M Tohir (27) dan Ifa Maulaya (19) dihadirkan dan memperagakan setiap adegan pembunuhan sadis tersebut.

Untuk korban diperankan oleh penyidik, sedangkan saksi-saksi diperankan sejumlah perangkat Desa Tanggulangin. Dalam rekontruksi itu, kedua tersangka memerankan 35 adegan yang sudah disiapkan penyidik.

Dua Pembunuh Raisa Jadi Tersangka, Perhiasan Korban Jadi Petunjuk
“Rekonstruksi ini dilakukan di Mapolres Pasuruan dengan mempertimbangkan faktor keamanan tersangka. Karena situasi di lapangan tidak memungkinkan untuk dilakukan rekonstruksi di TKP yang asli,” jelas Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pasuruan, Aiptu M Nidhom.

Nidhom menyebut bahwa tidak ada fakta baru dalam rekonstruksi tersebut.

“Kita mengakui tersangka M Tohir ini sempat berbelit-belit pada keterangan awalnya. Tapi kemudian ia menjelaskan kejadian sebagaimana mestinya dan kita tuangkan dalam BAP (berita acara pemeriksaan) hingga dilakukan rekonstruksi,” terangnya.

Keterangan yang diberikan tersangka Tohir yaitu dia menggunakan sarung tangan kantong kresek saat memegang tongkat pemukul kayu untuk menghilangkan jejak sidik jari. Kemudian lokasi pembunuhan dan lokasi penemuan jenazah Raisa disebut berbeda.

Petaka Menimpa Raisa Usai Menikmati Es Krim Pemberian Kedua Pelaku
Raisa dibunuh dengan cara dipukul dan kepalanya ditenggelamkan di sungai. Kemudian jenazah Raisa dimasukan karung dan diangkat untuk dibuang di parit persawahan yang jadi TKP penemuan jenazah.

“Untuk awal cerita memang dia mengaku membunuh korban di TKP penemuan mayat itu. Setelah kita lakukan interogasi dan pemeriksaan, dia mengakui jika pembunuhannya di sungai, kemudian dibuang ke parit itu,” pungkasnya.