Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kakak beradik ini berebut hak asuh Ibu hingga ke pengadilan


Kalau Di Indonesia – Anak kandung menuntut ibunya hanya karena waris, Tapi di Saudi dua bersaudara berseteru hanya untuk berebut hak asuh ibu kandungnya…

Dua orang kakak beradik di Saudi Arabia berseteru memperebutkan hak hingga ke Pengadilan

 Disalah satu pengadilan Qasim, Kerajaan Saudi Arabia berdiri Hizan al Fuhaidi dengan air mata yang bercucuran hingga membasahi janggutnya.

Kenapa ?

 Karena ia kalah terhadap perseteruannya dengan saudara kandungnya di Pengadilan.

 Tentang Apakah perseteruan dengan saudaranya itu ….?

Tentang Tanah ????

Atau warisan yang mereka saling perebutkan…..

 Bukan karena itu semua

 Ia kalah terhadap saudaranya terkait pemeliharaan ibunya yang sudah tua renta dan bahkan hanya memakai sebuah cincin yang terbuat dari timah di jarinya yang keriput..’

Seumur hidupnya , beliau tinggal dengan Hizam yang selama ini menjaganya.

Tatkala beliau sudah semakin tua, datanglah adiknya yang tinggal di Kota lain untuk mengambil ibunya agar tinggal bersamanya, dengan alasan fasilitas kesehatan di kota jauh lebih lengkap daripadadi desa.

 Namun Hizam menolak dengan alasan bahwa selama ini ia mampu untuk menjaga ibunya, perseteruan ini tidak berhenti sampai disitu, hingga akhirnya berlanjut ke pengadilan.

Sidangpun di mulai, hingga sang hakimpun meminta agar sang ibu dihadirkan di majelis.

 Kedua bersaudara ini membopong ibunya yang sudah tua renta yang beratnyna tak lebih dari 40 kg

 Sang Hakimpun bertanya kepada ibunya, siapa yang lebih berhak tinggal bersamanya

 Sang ibupun memahami pertanyaan sang hakim, iapun menjawab, sambil menunjuk ke Hizan…” Ini mata kananku…”

 Kemudian menunjuk ke adiknya sambil berkata,” Ini mata kiriku “

 Sang hakim berpikir sejenak kemudian memutuskan hak kepada adik Hizan, berdasar pertimbangan kemaslahatan bagi si ibu.

 Betapa mulia air mata yang dikucurkan oleh Hizan !!!!

Sumber : palembang.tribunnews.com/2017/04/16/demi-ibu-dua-saudara-berseteru-hingga-ke-pengadilan