Seorang Istri Di Rantai Suami, Akibat Uang Belanja Selalu Habis Dibelikan Kuota


Tahun Seorang suami di Kabupaten Blitar tega memasung istri dan anak perempuannya dengan rantai. Kedua perempuan malang itu dianggap membahayakan orang lain setelah diduga mengidap kelainan jiwa. Pemasungan ini dilakukan oleh Ikhwanudin, 70, warga Dusun Jemprong, Desa Bangsri, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar terhadap istrinya Srigati, 63, dan putrinya Sutiyani, 27 tahun.

Pria yang berprofesi sebagai petani ini memutuskan mengikat kaki istrinya dengan rantai di salah satu kamar di belakang rumahnya. Hal itu dilakukan kepada perempuan yang telah memberinya lima orang anak sejak 20 tahun silam. 

“Dia suka mengamuk dan bertindak ngawur,” kata Ikhwanudin, Jumat (12/3). Keputusan untuk memasung tersebut diambil setelah Srigati terpergok hendak membuang anaknya yang masih kecil pada tahun 1980 lalu.

Tanpa sadar Srigati memasukkan putranya ke dalam karung dan hendak membuangnya ke sungai. Beruntung perbuatan itu diketahui tetangganya dan berhasil digagalkan. Ikhwanudin sendiri mengaku tidak tega dengan pemasungan itu. 

Namun dia juga tidak mampu memberikan pengobatan yang layak untuk kesembuhan istrinya. Seluruh harta bendanya ludes untuk membiayai pengobatan sang istri. Termasuk merawatnya di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang dan pengobatan alternatif. “Tapi sembuhnya hanya sementara,” katanya.

Ikhwanudin sendiri mengaku tidak mengetahui penyebab penyakit istrinya itu. Dia menduga Srigati terpukul akibat kematian dua orang anaknya. Dari lima anak yang dimiliki, saat ini hanya tinggal tiga orang yang bertahan hidup. 

Karena kondisinya mulai membahayakan orang lain, Ikhwanudin memutuskan untuk memasungnya di kamar berukuran 3x5 meter. Di ruangan itu dia menghabiskan sisa umurnya dengan sebuah jamban (tempat membuang kotoran) di dekat tempat tidurnya.

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel