Suami Menggunakan Permintaan Terakhirnya Ingin Bercinta dengan Banyak Wanita

Post a Comment



Tak pernah kubayangkan kalau suamiku akan terkena salah satu penyakit mengerikan dan baru kami ketahui ketika kami melakukan pemeriksaan rutin. Dokter menganalisis dari hasil pemeriksaan Peter kalau dia akan bertahan hidup hanya dalam hitungan bulan. Selama ini aku hanyalah seorang istri sekaligus ibu, ketika pernyataan itu keluar maka otakku mulai berpikir liar.

Masa depan anakku yang baru saja berusia lima tahun harus terancam tidak bahagia. Lalu bagaimana denganku? Pekerjaan apa yang seharusnya kuambil untuk melanjutkan hidup? Uang yang kami miliki memang lebih dari cukup tetapi itu tidak akan bertahan selamanya.

Belum lagi kesedihan mendalam yang harus kurasakan, dalam hitungan bulan aku harus merelakan pria yang kucintai. Selama berada di dalam ruangan dokter, aku dan Peter diam tak bergeming. Air mataku mulai mengalir dan ia hanya berusaha untuk menenangkanku.

Wajah Peter sama pucatnya denganku tetapi sepertinya ia berusaha untuk terlihat tegar di hadapanku. Ketika konsultasi itu berakhir, aku dan Peter terduduk lemas di sebuah taman rumah sakit. Sebenarnya taman itu cukup luas dan menyegarkan, hanya saja kami terlalu tenggelam dalam pikiran masing-masing.

"Aku punya permintaan terakhir" ucap Peter memecah ketegangan. Sesaat aku menatap Peter dengan tatapan sendu "apa pun" balasku. "Aku ingin melakukan apa pun yang belum pernah kulakukan" tambahnya. Aku teringat perkataan Peter tentang ingin menaikki balon udara bersama aku dan Jonathan, anak kami. Jadi aku berinisiatif memesankan kami tiket ke Turki dan beberapa perjalanan lainnya.

Keesokan harinya semua pemesanan tiket dan hotel sudah siap dan aku terlalu bersemangat untuk mengatakan pada Peter. "Aku sudah memesankan tiket untuk kita pergi naik balon udara dan sky diving" ucapku setelah sarapan. Peter lalu mengernyitkan dahinya, kutebak kalau itu bukanlah hal yang ia inginkan.

"Sejak dulu aku ingin sekali main kasino di Vegas" sahutnya. Seketika aku merasa kecewa dengan jawaban Peter, tak kukira kalau dia ingin menghabiskan sisa waktunya seorang diri. Di hari yang sama aku membatalkan semua tiket dan hotel yang sudah kupesan.

BAGIKAN SEGERA WhatsApp

SARAN DARI KAMI

Post a Comment