KOMENTAR DI BAGIAN BAWAH SEKALI

Ketagihan Membunuh, Pelaku Pembunuhan Berantai Sedia Plastik untuk Korban Selanjutnya


Kasus pembunuhan dua wanita dalam kurun waktu dua pekan terakhir menuai sorotan. Dua wanita yang dibunuh adalah Diska Putri (17), gadis bercelana Doraemon yang jasadnya ditemukan dalam kantong plastik di depan toko material Jalan Raya Cilebut, Kota Bogor, pada (25/2).

Kemudian yang kedua adalah Elya Lisnawati (25). Jasad janda satu anak itu ditemukan warga tergeletak di kebun kosong di Kampung Cidadap, Megamendung, Puncak, Bogor, Jawa Barat, Rabu (10/3).

Dua wanita itu dibunuh oleh satu orang bernama Muhammad Rian (21). Kapolresta Bogor Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menyebut Rian beraksi bak serial killer atau pembunuh berantai.

Musababnya, usai membunuh Diska, Rian ini merasa ketagihan kemudian mencari korban lain di media sosial hingga berkenalan dengan Elya.

Mereka kemudian memutuskan bertemu dan berkencan. Usai kencan, Elya dibunuh dengan cara yang sama seperti korban pertama.

Motif awal pembunuhan adalah ingin menguasai harta korban. Namun, belum diketahui barang hilang apa saja di dua korban itu.

Rian ditangkap di indekosnya di daerah Depok pada Rabu (10/3) malam. Ia berprofesi sebagai pedagang online di salah satu marketplace dan medsos. Dia tinggal di Bojonggede, namun menyewa kos di Depok.

Polisi ungkap kasus pembunuhan gadis bercelana doraemon dan wanita berambut panjang di Bogor. Foto: Dok. Istimewa

Saat menggeledah indekos Rian, polisi menemukan kantong plastik atau trash bag berukuran besar. Polisi menduga kantong plastik itu disimpan Rian untuk target korban selanjutnya.

“Kalau kami melihat ada 1 plastik hitam yang belum digunakan maka kami menduga ada indikasi untuk menyiapkan perbuatan berikutnya ya”, ujar Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro

Susatyo menjelaskan, modus yang dilakukan Rian untuk menjerat korban yakni berkenalan lewat medsos dan janjian untuk bertemu.

“Korban kemudian dibawa dengan iming-iming uang, dibawa ke penginapan, habis berkencan korban dihabisi dengan dicekik kemudian barang-barangnya diambil,” imbuhnya.

Susatyo menyebut kasus pembunuhan berantai Diska dan Elsa layaknya film pembunuhan. Pelaku mengaku menikmati saat korban meninggal dunia.

“Ini adalah termasuk dalam kaitan serial killer atau pembunuh berantai. Tidak hanya sekitar 2 minggu melakukannya tapi tersangka kembali melakukannya dan ada kecenderungan untuk menikmati dengan meninggalnya dua korban tersebut. Sekali lagi ini upaya kami jangan sampai ada korban berikutnya,” ujar dia.

BAGIKAN SEGERA WhatsApp

Post a Comment