KOMENTAR DI BAGIAN BAWAH SEKALI

Siksa Santri Pakai Kabel Listrik, Guru Pondok Pesantren Dipolisikan


Dua orang tua santri melaporkan oknum guru di pondok pesantren tempat anak mereka belajar ke polisi.

Diduga, guru tersebut melakukan penganiayaan terhadap kedua santri itu hingga mengalami luka lebam.

Tindakan penganiayaan ini terjadi di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Cugenang, Cianjur, Jawa Barat.

Oknum guru itu dilaporkan ke polisi karena melakukan penganiayaan terhadap dua orang santri menggunakan seutas kabel listrik karena melakukan kesalahan keluar pondok tanpa izin.

Kapolres Cianjur AKBP Mochamad Rifai di Cianjur, Selasa, mengatakan pihaknya telah mendapat laporan dari kedua orang tua santri yang mengalami luka lebam di sekujur tubuhnya mulai dari bagian kaki, tangan hingga punggungnya karena dipukul menggunakan seutas kabel.

"Kami masih mendalami dan segera melakukan penyelidikan karena luka yang diderita cukup parah. Saat ini laporan korban sudah kami terima dan segera ditindaklanjuti," katanya dilansir Antara, Selasa (9/3/2021).

Sebelumnya orang tua korban mendapat kabar anaknya kabur dari ponpes dan berusaha mencari.

Saat ditemui di rumah warga yang menyelamatkan anaknya di Kecamatan Cipanas, menyebutkan kalau dia melarikan diri pondok karena mengalami penyiksaan.

Bahkan Adis sempat geram ketika melihat tubuh anaknya penuh luka lebam mulai dari tangan, kaki hingga punggung akibat disiksa oknum guru, sehingga dia langsung melaporkan hal tersebut ke Mapolres Cianjur.

Adis mengatakan dia menitipkan anak ke pondok untuk mendapatkan pendidikan agama bukan untuk disiksa.

Saya melaporkan ini, agar ada efek jera dan tidak ada lagi santri yang mendapat penyiksaan seperti ini.

BAGIKAN SEGERA WhatsApp

Post a Comment